- BANJARNEGARA- PENGACARA WARIS 0822 2415 0335

PEMBAGIAN HARTA WARIS SALAH SATU PASANGAN MENINGGAL

Tata cara pembagian harta warisan menurut hukum positif Undang-undang N0. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan kompilasi hukum islam. Selaian dari hukum positif Indonesia yang berlaku pembagian waris merujuk pada Al-Qur’an dan Assunnah. Surah An-Nissaa ayat 7,9,11,12,13 dan 14. Pembagian harta waris menurut hukum psotif Indonesia merujuk pada Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang mana mengatur tentang kekayaan dalam perkawinan pada bab VII harta benda dalm perkawinan. Mengenai harta yang diperoleh semasa perkawinan baik yang di peroleh sauami ataupun istri harta tersebut merupakan harta bersama dan menjadi harta bersama pasal 35 ayat (1). Didalam perkawinan dikenal pula adanya harta bawaan, harta bawaan adalah harta yang telah ada sebelum perkawinan dilangsungkan atau harta yang diperoleh karena warisan atau hadiah, sehingga harta bawaan tersebut merupakan hak masing-masimg sepanjang para pihak tidak menentukan lain. Bagi yang beragama islam penagturan atau pembagian waris diatur secara spesifik dalam kompilasi hukum islam

pasal 85 ayat

(1)    adanya harta bersama dalam perkawinan itu tidak menutup kemungkinan adanya harta milik masing masing suami atau istri.

pasal 86 ayat

(1)    pada dasarnya tidak ada pencampuran antara harta suami dan istri karena perkawina.

(2)    Harta istri tetap menjadi hak istri dan dikuasi penih olehnya, demikian juga harta suami tetap menjadi hak suami dan dikuasi penuh olehnya

Pasal 87

(1)    Harta bawaan masing masing suami dan istri dan harta yang diperoleh masing sebagai hadiah atau warisan adalah dibawah penguasaan masing masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain dalam perjanjian perkwinan.

(2)    Suami dan istri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum masing masing berupa hibah, hadiah, sodaqah atau lainnya.

Berdasarkan uraian diatas apabila ada ahli waris (anak anak dari almarhum/ah) yang meminta dilakukan pembagian atas harta warisan bapak atau ibunya yang salah satu dari orangtuanya mendahului/meninggal maka harta milik bapak atau ibunya yang lebih dulu meninggal sajalah yang dibagikan terlebih dahulu. Sementara harta orangtua yang masih hidup tetap menajdi haknya. Misalkan contoh suami yang lebih dulu meninggal, maka harta yang dihasilkan bersama tersebut dibagi 2 terlebih dahulu antara suami (Alm.) dan istri yang masih hidup, setelah itu harta yang menjadi bagian bapak/ almarhum lah yang menjadi objek waris dan menjadi hak waris bagi pewaris (Istri dan keturunannya). Dalam pembagian harta suami tersebut istri atau salah satu yang masih hidup masih memperoleh 1/8 dari harta waris tersebut apabila memiliki anak dan sisanya dibagi kepada ahli warisnya anak-anaknya. Anak laki laki mendapatka 2 bagian dan apbila ada anak perempuan mendapatkan 1 bagian (2:1).

Apabila anda menghadapi permasalahan terkait dengan warisan dan berada Hukum DIWILAYAH HUKUM WONOSOBO, BANJARNEGARA, BATANG, BLORA kami siap membantu memberikan bantuan hukum baik Konsultasi maupun selaku kuasa hukum.

Kami Kantor Hukum / Advokat / Pengacara dan Konsultan Hukum MOH FADLY, SH.,MH & Rekan siap membantu menyelesaikan atau menjadi kuasa hukum bagi masyarakat yang sedang berproses di pengadilan maupun diluar pengadilan (Nonlitigasi), anda dapat menghubungi kami atau datang langsung pada kantor kami:

www.kantorpengacara-mf.com

Kontak :

  • SMS / Telpon / WA : 0822 2415 0335
  • E-mail : moh.fadly85@ymail.com